Friday, 7 October 2016

Tokoh dan Aktivis Laporkan Gubernur DKI
 
Jakarta, HanTer—Sejumlah tokoh, aktivis dan ormas menyesalkan statement Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituding te-
lah menghina agama Islam dengan menggunakan kalimat "dibodohi" terhadap isi kitab suci Al Qur'an. Mereka pun melaporkan mantan Bupati belitung Timur itu
ke Mabes Polri.
Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PM) menyesalkan statement Ahok itu. "Ahok telah melecehkan ayat suci Al Qur'an sebagai
kitab Umat Islam dengan kalimat "dibohongi pake surat Al Maidah ayat 51, kata Pedri Kasman, Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam ke-
terangan persnya di Jakarta, Kamis (6/10/2016)
Menurutnya, apa yang dilakukan Ahok merupakan bentuk penghinaan dan pe-nistaan bagi '
Islam, juga telah menghina Pancasila sebagai dasar negara yang menghargai keberagaman dan kebhinekaan.
"Siapapun orangnya dan apa pun agamanya wajib menjunjung tinggi kebhinekaan yang sudah menjadi kesepakatan bersama untuk keutuhan NKRI tercinta ini. Tiada tempat bagi tindakan penistaan agama,' paparnya.
Oleh sebab itu sambung Pedri, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadyah bersama dengan Ortom lainnya akan melaporkan Ahok besok Jumat 7 Oktober 2016 ke Polda Metro Jaya secara
resmi dengan tuduhan penistaan agama, pungkasnya
Dilaporkan ke Polri
Sementara itu, puluhan tokoh, aktivis dan ormas Islam, hari ini. Jumat (7/10/2016), akan melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama, pelanggaran KUHP Pasal 165. Hingga saat ini. berdasarkan undangan yang disebar di salah satu grup WA, sudah ada sekitar 70 tokoh dan aktivis yang bersedia hadir ke Mabes Polri.
Secara terpisah, H. Fajar Sidik dan sejumlah tokoh lain-
nya, Kamis (6/10/2016), sudah melaporkan Ahok ke Mabes Polri. Namun, oleh Pelayanan Masyarakat Bareskrim Mabes Polri menyebut, bukti berupa video berdurasi 30 detik dan 47 menit harus dibarengi dengan Fatwa MUI. "Saya selaku warga negara RI yang mempunyai hak yang sama sebagai warga negara merasa kecewa,' kata Fajar seperti disebar di salah satu grup WA.
Dalam petisinya yang akan dikirim ke Ahok, sejumlah tokoh dan aktivis itu menuntut Ahok meminta maaf dan penyesalan terhadap umat Islam. Mereka
juga menghimbau Ahok agar tidak lagi membawa ayat suci Al Our an dengan tafsirannya sendiri, dimana tafsirannya dapat menimbulkan keresahan dikalangan umat Islam.
Para tokoh itu juga meminta Majelis Ulama Indonesia agar melakukan langkah serius untuk memperingatkan Gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya. Lalu, meminta menteri Agama Drs. Lukman Hakim Saifuddin memberikan teguran kepada Gubernur DKI Jakarta agar tidak lagi memicu keresahan umat beragama.
■ Danial
Kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam Kebudayaan
Tunggal 2 Oktober 2016 merupakan hari bersejarah. Untuk pertama kali, 99 putra dan I putri Destarastra dan Gendari tampil di panggung pagelaran wayang orang ber lakon Sutha Kurawa di Teater Jakarta laman Ismail Marzuki. Pergelaran bersejarah itti dihadiri Wapres Jusuf Kalla. Presiden VI Susilo Bambang Yudhoyono dua mantan Wapres Tri Sutrisno dan Budiono, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menin Retno Marsudi dan banyak lagi pejabat dan tokoh pemerintahan dan masyarakat, serta undangan lainnya. Sebanyak I (K) kurawa diperankan oleh para prajurit dan perwira TNI. Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo berperan sebagai Abiyasa, Mayor Jenderal TNI Yoedhi II Swaslono sebagai Nukula, Mayor Jenderal TNI Yoedhi Swastanto sebagai Sadewa, Marsekal Muda TNI Nugroho I'rang Sumadi sebagai Semar, Brigadir Jenderal TNI Firman Achmadi sebagai Werkudoro, Maudy Kusnadi sebagai Dewi Kunti, Olivia Zalianty sebagai Srikandi, Veni Rose sebagai Dursilowati, Ray Sahetapy sebagai Destarastra, Ario Bayu sebagai Kresna, (iiok I lartono sebagai Gendari, Aylawati Sarwono sebagai Drupadi.
Atas budi baik Panglima TNI, Gatot Nurmantyo pergelaran Satha Kurawa diangkat sebagai puncak acara Dirgahayu ke 71 tahun TNI. Panglima TNI membentuk panitia penyelenggara Sat|ia Kurawa dengan Ketua Umum, Mayjen TNI Dodik Widjanarko SH. Pelindung Laksdya TNI Dr. Didit I Ierdiawan MPA MBA, Penasehat, Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos dan lainnya langsung menugaskan ribuan prajurit TNI untuk menatalaksana segala sesuatu terkait pergelaran, mulai dari para pemeran kurawa, laskar Srikandi, mengatur jadwal latihan sampai ke transpor dan konsumsi untuk masa latihan sampai ke saat pergelaran.
Mekanisme persiapan dimulai 3 bulan sebelum hari-H, saat pergelaran di panggung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki. Satha Kurawa mengisahkan tentang dendam, iri hati dan keserakahan
kaum kurawa terhadap saudara-saudara mereka sendiri, Pandawa.
Berbagai macam cara licik dan tipu muslihat dilakukan kaum kurawa untuk merebut dan menguasai tahta kerajaan dari P a n d a. w a. P u n e a k perseteruan adalah terjadi pening Bharatayudha di padang Kurusetra di mana seratus kurawa tewas. Bhuratayudha menyisakan kepedihan dan kerugian luar biasa bagi kedua belah pihak yang berperang.
Dtumiiknn Kasih Sayung
Pergelaran Satha Kurawa diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa p a d a h a k i k a t n y a, m a n u s ia h arus senantiasa mengutamakan kasih-sayang dan menghargai sesama demi mencapai kehidupan yang aman, tenteram, dan damai.
Mengagumkan sekaligus mengharukan bahwa sejak' masa latihan sampai pergelaran Satha Kurawa, para prajurit TNI benar-benar secara nyata harafiah mcmanunggalkan diri dengan rakyat yang diwakili oleh paru seniman wayang orang, artis, tokoh masyarakat, dan para teknisi panggung.
Dari para seniman wayang orang, para prajurit dan perwira TNI menimba ilmu dan sukma pergelaran wayang orang. Dari TNI, para seniman belajar kedisiplinan dan penjadwalan tugas secara militer tanpa kompromi atas kekeliruan sekecil apa pun. TNI bersatupadu dengan rakyat menjunjung tinggi harkat dan martabat karsa dan karya kebudayaan bangsa Indonesia.
Pada pergelaran Satha Kurawa, kemanunggalan TNI dan rakyat yang telah perdana dibuktikan pada masa perang kemerdekaan Republik Indonesia di bawah pimpinan Panglima Besar TNI, Jenderal Besar Raden Soedirman telah kembali dibuktikan dengan kemanunggalan TNI pada usia 71 tahun pada masa dumai berbersatu padu dengan rakyat bergotong-royong menyelenggarakan pergelaran wayang orang kolosal dengan lelakon Salha Kurawa di bawah pimpinan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo . Terima Kasih, TNI dan Rakyat !
Penulis adalah Budayawan
Proses Laporan Terkait Ahok
• FAUZIAH MURSID. AHMAD ISLAMY JAMIL
Sah-sah saja memilih pemimpin berdasarkan agama yang diyakini.
JAKARTA - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan pengaduan terhadap Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Laporan tersebut diajukan atas nama Habib Novel Chaidir Hasan dengan nomor surat tanda bukti lapor TBL/ 7O5/X/2Oi6 tertanggal 6 Oktober 2016.
"Ya sudah (terima laporan)," kata Ari saat dihubungi, Jumat (7/io).
Sementara itu, MUI Sumatra Selatan juga melaporkan Ahok ke polda setempat karena dugaan penistaan agama. "Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Sumsel sudah melaporkan penistaan tersebut ke Polda Sumsel," kata Ketua MUI Sumsel Prof Aflatun Muchtar.
MUI Sumsel mendasari laporannya dari temuan video berjudul 'Ahok: Anda Dibohongi Alquran Surat Al-Maidah 51" yang diunggah ke Youtube.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Sumarno mengatakan, tidak dapat berkomentar apa pun kepada publik. Sebagai penyelanggara pemilu, kata dia, KPU hanya bertugas melaksanakan
kegiatan yang berhubungan dengan persoalan administrasi kandidat, bukan menilai pelanggaran.
"Kami serahkan penilaian objektifnya kepada Bawaslu. Karena mereka yang berwenang menilai apakah (ucapan Ahok) itu memenuhi unsur penghinaan SARA atau tidak. Apalagi, kini juga ada laporan warga yang masuk ke Polri. Biarlah penegak hukum yang menilai," kata Sumarno lagi.
Menurutnya, masyarakat sering salah kaprah ketika menanggapi imbauan yang menyarankan agar warga Muslim memilih pemimpin yang seiman. Sebagian orang menilai imbauan tersebut sebagai pelanggaran SARA, padahal tidak. Sah-sah saja memilih pemimpin berdasarkan agama yang diyakini.
Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti menyarankan agar seluruh bakal calon lebih berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan yang bersinggungan dengan SARA. Jangan sampai ada unsur penghinaan sehingga bisa melanggar peraturan.
Pihaknya mengaku belum bisa menindak dugaan pelanggaran Ahok karena keterbatasan kewenangannya. "Pak Ahok belum menjadi calon (kepala daerah)," tulisnya dalam pesan singkat.
Penentuan pelanggaran harus melalui kajian. Pihaknya memiliki tim tersendiri yang terdiri dari polisi dan jaksa untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran pemilu.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecewa terhadap pernya-
taan Ahok yang dinilai cenderung melecehkan Alquran, khususnya berkaitan dengan surah al-Maidah ayat 51. Komentar Ahok dikhawatirkan akan memancing kemaraham umat Islam karena dianggap melecehkan ajaran agama.
"Hal tersebut dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan nasional," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi.
Basuki Tjahaja Purnama kembali menuai kecaman keras dari masyarakat, khususnya warga Ibu Kota. Kasus tersebut ketika Ahok mengadakan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Di sana, Ahok menyampaikan arahan di hadapan masyarakat. "Bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai surah al-Maidah: 51 macem-macem itu," ujar Ahok.
Pernyataan Ahok yang kontroversial tersebut muncul di rekaman video berdurasi satu jam 48 menit 33 detik yang di-unggah akun Youtube Pemprov DKI.
Sementara itu, Ahok mengklaim, tidak menghina Alquran saat berdialog dengan warga di sana. Ahok menduga ada pihak tertentu sengaja menggulirkan isu SARA untuk menyerang dirinya.
"Itu lawan politik mainin isu tersebut. Kamu lihat konteks videonya secara menyeluruh. Sudah, enggak usah diomongin dulu," ujar Ahok di Monas.
■ maspnl aries ed: erdy nasru!
ISIS Serang Pengantin, 30 Jiwa Melayang

BEIRUT (KR) - Sedikitnya 30 orang tewas dan 47 orang cedera setelah pelaku bom bunuh diri beraksi di tengah-tengah resepsi perkawinan Kurdi di Sanabil Hall, Hasaka, Suriah, Selasa (4/10). Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.
Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdulrahman menjelaskan mempelai lelaki termasuk yang tewas dalam musibah itu. Mempelai lelaki tersebut anggota Syrian Democratic Forces (SDF). Lokasi serangan berada di Desa Tal Tawil di Hasaka. Desa tersebut dikuasai oleh pasukan Kurdi.
ISIS mengungkapkan dalam Twitternya bahwa target serangan adalah orang-orang Kurdistan Workers! Party (PKK) yang tengah berkumpul di Hasaka. ISIS membuka serangan dengan senapan mesin, setelah amunisinya habis, pelaku meledakkan diri.
Kabar mengenai serangan di Hasaka ini terjadi sesaat setelah AS mengumumkan telah menghentikan perundingan bilateral dengan Rusia yang membahas masalah Suriah. AS menuduh Rusia tidak mau memenuhi komitmen seperti yang dijanjikan dalam perundingan.
Pasukan Suriah loyalis Bashar al-Assad kini menguasai kawasan sekitar Rumah Sakit al-Kindi di Aleppo Utara. Pasukan Suriah meminta pemberontak meninggalkan Aleppo dengan alasan keselamatan mereka dijamin oleh Suriah dan Rusia.
Serangan bom bunuh diri juga terjadi di Hama dan merenggut sedikitnya tiga jiwa. Pasukan Kurdi Peopleis Protection Unit (YPG) mengatakan pasukan Kurdi yang sedang menggelar rapat juga diserang militan ISIS. Serangan di dekat markas Partai Baath dan pos polisi di Hama dilakukan oleh dua pelaku bom bunuh diri.
Sebelumnya kantor berita Suriah, SANA melaporkan pelaku bom bunuh diri beraksi di al-Assi Square di Hama. Bom kedua meledak selang 15 menit kemudian. Hama merupakan kota terbesar keempat di Suriah. Wilayah tersebut dikuasai oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad.
Provinsi Hama merupakan wilayah strategis bagi Assad, karena memisahkan Idlib yang dikuasai pemberontak dengan Damaskus di selatan, serta wilayah Barat yang dikuasai pemerintah.
Sementara itu di perbatasan Suriah dengan Turki terjadi pertempuran antara pemberontak Suriah yang didukung Ankara dengan pasukan ISIS. Serangan itu menewaskan sedikitnya
15 pasukan pemberontak Suriah dan mencederai 35 orang lainnya. Serangan tersebut terjadi di dekat al-Rai.
Pertempuran sengit juga terjadi di Boztepe, Hardanah dan Turkmen Bari.
Hasaka dikuasai oleh SDF dan Kurdish YPG. Pada tahun 2015, ISIS merebut Hasaka dari pasukan Suriah. Belakangan, pasukan ISIS dikalahkan oleh pasukan Kurdi di Hasaka.
(AP/Bro)-c
Pilkada DKI; Pertarungan Raja-raja
Oleh Drs H.Darwin Nasution, SH, MH
SBY mempersiapkan Agus pake bayang-bayang dirinya dengan Sylviana, birokrat yang mantan Wali Kota Jakarta Pusat. Perhitungannya pemilih Jakarta masih terbuai kisah romantik bersamanya dulu
Dalam Pilkada DKI Jakarta kita melihat mengemukanya kon-disifaktual dunia politik nasional Pilkada DKI merupakan pertarungan raja-raja, ataukalau tidak mau dise-butlebihlengkap sebagai pertarungan raja-raja dan ratu.
"Raja Berkuda" Dengan Anies -Sandiaga Bagaimana seorang Prabowo Subianto menggerakkan peran pengurus DPD Ge-rindra DKI menggagas Koalisi Kekeluargaan untuk membentuk satu wadah yang untuk mendukung pasangan calon. Pembentukan koalisi ini tidak tanggung-tanggung, mereka sudah mempersiapkan sese-orangyang sangatkuat sebagai penyandang dana yang siap juga tidakkeberatanmenja-di wakil. Dialah Sandiaga Uno, putra dari Mien Uno dengankekayaanyangdiumum-kanForbes tahunlah! sebesar Rp5,6 triliun. Sialnya Sandiaga Uno juga termasuk salah satu nama yang termasuk dalam daftar Panama papers (yaitu daftarnama orang dari seluruh dunia yangmembuka rekening "gelap" di Panama, dicurigai dengan maksud untuk menghindari pajak). Tidak sedikit peminat yang berusaha melamar ke Koalisi Kekeluargaan ini Dariyangmenyodorkan diri sendiri seperti Yusril Ihza Mahendra, atau yang didorong-dorong untuk maju seperti Letnan Jendral (Purn) Syafrie Syam-suddin yang digadang-gadang para purnawirawan TNI (terutama bekas teman teman dekat Prabowo Subianto). Sampai Risma Hariniyang datang dari Surabaya ke Jakarta.
Tetapi apalacur. Semua skenario gagal berantakan, malah adayangmenjadikor-ban. Misalnya pencopotan Bambang DH sebagai Pit Ketua DPD PDI Perjuang DKI Jakarta. Akhir kata, Koalisi Kekeluargaan itu tak jelas kelanjutannya seperti apa. Prabowo Subianto dengan Gerindra dengan PKS (salah satu partai dari Koalisi Kekeluargaan) , berusaha terus mencari pasangan.
Ternyata bagi mereka Yusril Ihza tidak menarik. Karena dari beberapa hasil survei ternyata memang elektabilitas nya tidak dapat diandalkan, yang jika dipasangkan dengan Sandiaga Uno hanya akan menyatukan dua elektabilitas rendah. Artinyake-mungkinan besar hasilnya adalah kekalahan. Syafrie Syamsuddin, bekas Pangdam Jaya idola masyarakat Jakarta pada peristi-wakerusuhan Reformasi Mei 1998, tidak jelas ujungnya kemana Ternyata tidakper-nah dibahas lagi, berita terakhir yang kita ketahui adalahpertemuannya dengan para ustadz dan "mantan" ustadz kondang yang menyatakan dukungan terhadap pencalonan Syafrie Syamsuddin. Setelahituberita beritanya hilang bak ditelan bumi.
Dengan Anies-Sandiaga, sang "Raja berkuda" berencana memainkan pertarungan Dikombinasikan dengan modal pero-lehankursiGerindradiDPRD DKI sejumlah 15 kursi diasumsikan didukung oleh jumlah konstiuen/pemilihyang signifikan, mungkin Prabowo sudah membayangkan akan memenangkan pertarungan ini.
"Raja Mercedez" Biru Dengan Agus -Sylviana
Di tengah kegalauan politik tingkat tinggi setelah "pecahnya" Koalisi Kekeluargaan, menjelang tenggat waktu terakhir pencalonan, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—yang pada masa Megawati presiden menj abat—piawai mengke-coh Megawati saat itu. Karena secara diam-diam SBY mendirikan Partai Demokrat, yangkemudian dijadikannnyasebagaiken-deraan politik melawan Megawati dan memang ternyata berhasil mengalahkan Megawati.
Mengandalkankemampuanmembaca dan memanfaatkan situasi, SBYberusaha "mencarikan" jalankeluaruntukmemenuhi keinginan pimpinanpartai dari Koalisi Kekeluargaan yang tidak mendukung Anies-Sandiaga. Dia "menyodorkan" putranya
Agus Harimurti sebagai calon berpasanga-an dengan SytvianaMurnL Sepintas ini adalah pengorbanan seorang prajurit, yang atas panggilan tugas negara melepaskan jabatan Mayor dan mengundurkan diri dari keanggotaann TNI—menjadi calon gubernur belumadakepastianmenang. Iniadalah keahlian SBY, membentuk citra, pada segmen ini. Dia memunculkan peristiwa "heroik" seolah utuk mengatasi keinginan (sebagian) masyrakatyang ingin mencari alternatif Gubernur DKI dari Ahokyangkatanya kasar dan pemarah. Untuk itu seorang mayor TNI relamelepaskan jabatan dankeang-gotaannya di TNI.
Tapi nanti dulu, sepertinya jika dibahas lebih dalam kondisi ini sepertinya by design (keadaanyangdiciptakan),yanghanyatfesa;-«emyayangtahukapanharus muncul. Karena kita tahu, suka atau tidak suka, dalam budaya organisasi di Indonesia baik TNI maupun sipil, masa depankarier (terutama di tingkat atas) tergantung pada pimpinan paling atas. Bagaimanapun Agus Harimurti sebagai Mayor TNI anak mantan Presiden SBYyang pernah berseteru dengan Megawati—kelihatannyamasa depankarier Agus tidak akan berkilau seperti bila bapaknya (atauteman bapaknya) yang menjadi Presiden RI. Kalau tidak mau dibilang karirnya stagnan. Keadaan seperti ini jugapernah dirasakan Prabowo Subianto, sebagai menantu dari mantan presiden Suharto, yang tidak disukai Soeharto dan tidak dipercayai Presiden Habibie.
SBY mempersiapkan pertarungnya Agus yang pake bayang-bayang dirinya dengan Sylviana, birokratyangmantanWali Kota Jakarta Pusat. Dengan perhitungan pengaruh dirinya dan keluarga pemilih Jakarta akan tertarik dan masih terbuai dengan kisah romantik bersama SBY dan demokratnya dulu. Pemilihan Sylviana, selain diharapkan masih punya pengaruh pada masyarakan Jakarta, minimal di Jakarta Pusat yang pernah dipimpinnya, yang kalo nanti" kebetulan" pasanganinimenang makaAgus bisamenjadikan Sylvianamen-tornya dalam mengelola Jakarta.
"Ratu Wong Cilik" Dengan Ahok-Djarot
Tidakperludibahasmendalamlagikare-napubliksudahmengetahuikalauMegawati lebihpercayapopulariiasdanelektabilitasAhok diseniuasurveisehingganieminggirkansemua
kadernya untuk Jakarta-1.
Mega tidak ingin melepas Jakarta yang begitu strategis. Walau kadernya hanya untuk DKI-2. Sang Ratu Wong Cilik begitu yakin dengan Ahok walaupun dinilaikejam terhadap wong cilik Jakarta dengan program penggusuran pedagang kakilima dan rumah di pinggiran sungai.
Mega akhirnya menggunakan hak pre -negatifnya memasangkan Ahok dengan Djarot Targetyaharus menang dulu walaupun penantangnya kali ini berat dengan tokoh di belakangnyaraja-raja. Kalaupun Ahok-bukan kader—sampai terkenakasus hukum dalamkasus reklamasi, RS Sumber Waras dll kendali Jakarta malah beralih ke kader PDIP Strategi ratu.
Penulis adalah Mantan Dirut PT Perkebunan Sumut.
OPEC bids to take back driver's seat
Eesha Muneeb
-ORE
International  crude  oil  prices spent a volatile September rising in response to market rhetoric in the lead-up to the International Energy Forum in Algeria, but it paled in comparison to Sept 28 after the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) announced that its members had agreed to a supply cut
After rallying about 15 percent in August, momentum in ICE Brent and NYMEX WTI prices slowed down fleetingly before hitting choppy weather in September, spiking more than 6 percent when the OPEC production cut deal was announced. Front-month October Brent settled at USS49.06/barrels on Sept. 30, up from S45.45/barreIs on Sept. 1, and NYMEX WTI settled at S48.24/barrels. up from S43.16/ barrels.
Almost two years after OPEC decided to raise exports in its fight for market share, the group of oil producers at long last coalesced behind an output strategy that will see the organization rein in production to between 32.5 million barrels of oil
per.day (bopd) and 33 million bopd in a bid to support crude oil prices. This was announced by Iran's oil minister Bijan Zanganeh who met with Saudi Arabia's Khalid Al-Falih midweek.
The agreement had been discounted as hype by a majori ty of crude market analysts even as recently as a day before the final deal was announced. Saudi Arabia offered a day before the talks an initial production freeze proposal that would exempt Iran, Nigeria and Libya as special cases. Without Iran's nod of approval, no deal would be viable.
The idea of a production cut of any kind in today's oversupplied environment was tantalizing to investors, Now, however, the question of relevance arises. According to Platts estimates, OPEC pumped a total of 33.13 million bopd in August and aims to curb production under the new agreement within a range of 32.5 million bopd and 33 million bopd. Whether this reduction will be enough to support prices that have been languishing in a sub-S50 zone for most of the year is questionable.
However, speculation around the details of this deal is likely to continue to keep a floor under crude pric-
es till the next OPEC meet, which is scheduled for November, and when the group has said the discussion around individual member quotas and enforcement will be finalized.
Meanwhile, crude margins for physical refined products have improved across the barrel in recent weeks as fundamentals tighten amid a seasonal uptick in demand.
In fact, oil product crack spreads assessed by Platts out of Singapore rose steadily in September lo multi-month highs amid refinery maintenance and ahead of a seasonal uptick in winter demand.
Apart from the volatility in crude prices, rising Indonesian demand for 92 RON gasoline and seasonal refinery outages in North Asia amid returning petrochemical demand for naphtha have sent light-end cracks higher this month, while margins for residual fuels have rallied on regional maintenance and a possible uptick in hedging by companies ahead of winter.
Vacillating Nigerian production due to repeated militant attacks in the Niger Delta has also played a part in regional supply tightness, with Malaysian and Indonesian crudes meeting the demand from Indian
and other Asian buyers.
US production shows some signs of slowing down, falling 15,000 bopd in the week ended Sept 23 to 8.497 million barrels, according to EIA estimates. This, along with unexpected but frequent draws on crude stocks and a brief spate of tropical storms in the Gulf of Mexico earlier in the month, also helped buoy oil prices up.
US figures still remain at multi-year highs and higher crude prices have brought shale rigs back into business with the active drilling rig count standing at 418 as of Sept 23, having risen in 13 of the past 14 weeks.
Fundamentally, there is enough crude supply at the moment to absorb any drop in production by OPEC members.
The meager cutback in crude in the short term does not make the move insignificant. Rather, after a lengthy experiment with pumping at will. the group is trying to take back control via a strategy of active market management.
The writer is senior specialist Oil Price Assessments.

Thursday, 6 October 2016

Menjaga Kerukunan Lewat Media
Media massa sebagai organ tunggal pemberitaan, sudah selayaknya bersifat mendamaikan; baik antar agama, ras dan antar suku, serta antar golongan. Sebab, kita hidup di lingkungan yang multikultural, maka sudah sepantasnya untuk menghindari perpecahan dan keretakan antar masyarakatnya. Maka, pengelola media harus bijak dalam menayangkan program-programnya, dan masyarakat pemirsa juga harus turut terlibat dalam mengontrolnya secara bijak.
Sebab, meski sejatinya rasa multikultural dalam masyarakat kita telah tertancap kuat sejak era "senasib sepenanggungan" (baca: masa penjajahan). Nam un, tampaknya semangat kebersamaan itu mulai tercerabut dari akarnya. Apalagi, dengan marak bermunculnya media-media partisan atupun sektarian yang menonjolkan segi monokulturalisme ataupun kekhususan.
Bangsa kita memangtidak perlu untuk diajari lagi slogan-slogan seperti "kerukunan antar umat beragama" dsb. Sebab, masyarakat kita pastinya sudah paham luar dan dalam akan makna itu. Bahwa puluhan etnis yang kita miliki, ratusan ras, dan macam-macam agama dapat menjadisebuah bom waktu yang meledakkan pertikaian, jika tidak disikapi dengan baik. Maka, media sekali lagi media mengambil peranan penting guna membendung hal-hal tersebut.
Karena itu, media massa di tanah air harus lebih gencar lagi dalam menyuarakan semangat akan kesamarataan dan kesederajatan. Agar terbentuk satu nation building yang utuh dalam menghargai perbedaan. Apalagi hal itu berkesesuaian dengan program revolusi mental. Tentu bila disandingkan ini bakal menjadi satu gerakan nasional y ang merubah paradigma lama (baca: kelam).
Jadi keberagaman di Indonesia jangan lagi disikapi sebagai kuantitas saja; bahwa kita punya 25 rumpun bahasa, 250 dialekioo kelompok etnis dan suku bangsa, serta 5 agama resmi. Tetapi bagaimana kita menyikapi itu dalam konteks kualitas; baik secara sikap maupun mental dalam menghormati perbedaan antara satu dengan yang lain. Hal tersebut yang seharusnya dipersuasifkan oleh media.
Maka bangsa kita yang katanya besar ini, jangan hanya diembankan kepada masyarakatnya saja dalam hal menghargai. Tetapi juga media harus turut ikut serta. Hingga tidak ada lagi pelabelan-pelabelan negatif yang selama ini (secara tidak langsung) menohok suatu agama; seperti kata "teroris", "ekstremis", "radikal", dan "fundamentalis", yang kerap menjadi momok menyakitkan perasaan umat Islam. Jelas, ini harus dihindari oleh setiap media yang mengaku bermartabat.
Pada akhirnya, media memiliki pengaruh yang besar dalam keseimbangan pemberitaan maupun program lainnya. Antarayangmiskin dan kaya, antara agama siPulan dan siPulen, kelompokAdan kelompokB, serta antara mayoritas dan minoritas.
Semoga usaha yang demikian ini mampu menghasilkan ruang bahagia dan tenang di hati pembaca, pendengar juga pemirsanya. Dan bukan malah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai bahan provokasi yang berakhir anarki. Media di Indonesia perlu menerapkan semangat komunikasi multikulturalisme di masyarakat, hingga masyarakat tersadar dan mau menihilkan perilaku SARA yang sering terjadi di sekitarnya. Amin...
Khairullah
Ilmu Komunikasi USU 2013