Dikutuk, Serangan Rudal di Makkah
MAKKAH - Rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi dengan menargetkan kota suci Makkah, Kamis lalu, menuai kecaman di seluruh dunia. Seluruh duta besar asing, para pemimpin penting, dan organisasi terkemuka berkumpul di Riyadh, Jumat (28/10). Mereka dengan tegas menganggap aksi tersebut sebagai tindakan keji. Dilansir Arabnews, Sabtu (29/10), suara para perwakilan masing-masing negara seragam. Kebanyakan dari mereka mengutuk aksi itu. Rudal sendiri diketahui berhasil dicegat pasukan daratArab Saudi dan jatuh sekitar 65 kilometerdari kota suci Makkah. "Kami mengutuk serangan semacam ini dalam hal yang paling kuat," kata Duta Besar Jerman Dieter W Haller. Sementara itu, Kepala GCC Abdullatif Al-Za-yani mengatakan, penyerangan brutal ini tentu melanggar kesucian Arab Saudi. Termasuk provokasi terhadap perasaan umat Islam, dan mengabaikan situs suci Islam, (viva-31)
Monday, 31 October 2016
Tuesday, 25 October 2016
Perlu Transformasi Edukasi dan Contoh Langsung
Sampah plastik dewasa ini sudah menjadi ancaman serius khususnya lingkungan. Di tengah kesadaran warga yang relatif kurang, disadari perlu
ada transformasi dalam bentuk kegiatan yang
sifatnya memberi contoh langsung selain digetok-
tularkan melalui edukasi. Bagaimanakah KNPI
Karangasem berupaya menggugah kesadaran
masyarakat dalam rangka menghadapi ancaman
serius sampah plastik tersebut?
KNPI Karangasem dalam waktu dekat ini menggugah pemuda melakukan gerakan memerangi sampah plastik. Momen itu akan dilangsungkan bertepatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Para pemuda diharapkan bisa menjadi pionir, sekaligus agent of change menghadapi persoalan lingkungan paling serius dewasa ini.
Ketua KNPI Karangasem, I Gusti Putu Parwata, didampingi Sekretaris Gusti Ngurah Setiawan, Jumat (21/10) kemarin, mengatakan KNPI sebagai gerbong lembaga kepemudaan, ingin meningkatkan kesadaran pemuda terhadap persoalan
lingkungan yang cukup serius ini. Peringatan Hari Sumpah Pemuda akan dijadikan momentum tepat membangkitkan spirit para pemuda agar lebih peduli lingkungan khususnya, sampah plastik sebagai ancaman serius.
Dalam pelaksanaannya, perang terhadap sampah plastik ini diwujudkan dengan mengajak ribuan pemuda turun ke jalan di sepu-taran Kota Amlapura hingga wilayah Juuk Manis, Susu-an, Jumat (21/10) kemarin. Ribuan pemuda, mulai dari kalangan pelajar hingga kalangan umum, tampak antusias turun ke jalan.
Mereka membawa kantong plastik sambil memunguti sampah plastik. "Selain itu, ada juga yang membawa langsung sampah plastik yang dipungut dari lingkungan rumahnya ke lapangan atau tempat yang sudah disediakan di Lapangan Tanah Aron, Amlapura," kata Gusti Ngurah Setiawan.
Aksi turun ke jalan ini juga ingin memberi contoh dan menyadarkan warga sekitar akan bahaya sampah plastik. Sebab, pemuda yang turun ke jalan juga sambil bersosialisasi kepada warga, agar tidak sembarangan membuang sampah plastik. Sebaiknya dikumpulkan dan disetorkan ke Bank Sampah Amlapura. Gerakan memerangi sampah plastik ini juga menggandeng Bank Sampah Amlapura. Sampah yang berhasil dikumpulkan ribuan pemuda, ditimbang satu per satu dan dikumpulkan oleh petugas Bank Sampah Amlapura. Hasil-
nya, setidaknya kalangan pemuda ini dalam sehari sudah berhasil mengumpulkan sekitar 100 kilogram sampah plastik.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, menyambut baik inisiatif KNPI Karangasem ini. Pemuda perlu dilibatkan dalam berbagai agenda yang berimplikasi positif bagi dirinya, serta lingkungan. Daripada harus terlibat aksi anarkis, balap liar, atau bahkan narkoba. Gerakan berantas sampah plastik ini perlu digalakkan lagi. Tidak hanya oleh pemuda, tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat. "Organisasi seperti KNPI, harus bisa membangun karakter pemuda. Bila lingkungan sekitar bersih, kita bisa hidup sehat. Bila sudah sehat, maka kita bisa berpikir lebih jernih, untuk mewujudkan Karangasem yang cerdas, bersih, dan bermartabat," katanya. (gik)
Sampah plastik dewasa ini sudah menjadi ancaman serius khususnya lingkungan. Di tengah kesadaran warga yang relatif kurang, disadari perlu
ada transformasi dalam bentuk kegiatan yang
sifatnya memberi contoh langsung selain digetok-
tularkan melalui edukasi. Bagaimanakah KNPI
Karangasem berupaya menggugah kesadaran
masyarakat dalam rangka menghadapi ancaman
serius sampah plastik tersebut?
KNPI Karangasem dalam waktu dekat ini menggugah pemuda melakukan gerakan memerangi sampah plastik. Momen itu akan dilangsungkan bertepatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Para pemuda diharapkan bisa menjadi pionir, sekaligus agent of change menghadapi persoalan lingkungan paling serius dewasa ini.
Ketua KNPI Karangasem, I Gusti Putu Parwata, didampingi Sekretaris Gusti Ngurah Setiawan, Jumat (21/10) kemarin, mengatakan KNPI sebagai gerbong lembaga kepemudaan, ingin meningkatkan kesadaran pemuda terhadap persoalan
lingkungan yang cukup serius ini. Peringatan Hari Sumpah Pemuda akan dijadikan momentum tepat membangkitkan spirit para pemuda agar lebih peduli lingkungan khususnya, sampah plastik sebagai ancaman serius.
Dalam pelaksanaannya, perang terhadap sampah plastik ini diwujudkan dengan mengajak ribuan pemuda turun ke jalan di sepu-taran Kota Amlapura hingga wilayah Juuk Manis, Susu-an, Jumat (21/10) kemarin. Ribuan pemuda, mulai dari kalangan pelajar hingga kalangan umum, tampak antusias turun ke jalan.
Mereka membawa kantong plastik sambil memunguti sampah plastik. "Selain itu, ada juga yang membawa langsung sampah plastik yang dipungut dari lingkungan rumahnya ke lapangan atau tempat yang sudah disediakan di Lapangan Tanah Aron, Amlapura," kata Gusti Ngurah Setiawan.
Aksi turun ke jalan ini juga ingin memberi contoh dan menyadarkan warga sekitar akan bahaya sampah plastik. Sebab, pemuda yang turun ke jalan juga sambil bersosialisasi kepada warga, agar tidak sembarangan membuang sampah plastik. Sebaiknya dikumpulkan dan disetorkan ke Bank Sampah Amlapura. Gerakan memerangi sampah plastik ini juga menggandeng Bank Sampah Amlapura. Sampah yang berhasil dikumpulkan ribuan pemuda, ditimbang satu per satu dan dikumpulkan oleh petugas Bank Sampah Amlapura. Hasil-
nya, setidaknya kalangan pemuda ini dalam sehari sudah berhasil mengumpulkan sekitar 100 kilogram sampah plastik.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, menyambut baik inisiatif KNPI Karangasem ini. Pemuda perlu dilibatkan dalam berbagai agenda yang berimplikasi positif bagi dirinya, serta lingkungan. Daripada harus terlibat aksi anarkis, balap liar, atau bahkan narkoba. Gerakan berantas sampah plastik ini perlu digalakkan lagi. Tidak hanya oleh pemuda, tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat. "Organisasi seperti KNPI, harus bisa membangun karakter pemuda. Bila lingkungan sekitar bersih, kita bisa hidup sehat. Bila sudah sehat, maka kita bisa berpikir lebih jernih, untuk mewujudkan Karangasem yang cerdas, bersih, dan bermartabat," katanya. (gik)
Forum LSM Tolak Utang dari Jerman
l ht anwar ibr riwat
MedanBiSMS - Banda Aceh
Sekretaris Presidium/DPA Forum LSM Aceh TM Zulfikar menyesalkan sikap dan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang menyetujui utang/pinjaman dana luar negeri dari Jerman melalui Bank KFW Aceh sebesar Rp 1,3 triliun. Dana tersebut rencananya untuk membangunan rumah sakit regional di Aceh.
"Saya selaku Sekretaris Presidium/ Dewan Perwakilan Anggota Forum Lembaga Swadaya Masyarakat Aceh menyampaikan sangat keberatan dengan sikap DPRA tersebut," tegas Zulfikar, Selasa (25/10).
Hal tersebut ditegaskan Zulfikar menyikapi hasil sidang Paripurna DPRA
yang berlangsung pada hari Senin (24/ 10), tentang persetujuan DPRA terkait utang/pinj aman dana luar negeri Jerman melalui Bank KFW Aceh.
Menurut Zulfikar, pihak Forum LSM Aceh sangat menyesalkan sikap Pemerintah Aceh dan DPRA yang menutup rapat-rapat seluruh informasi terkait
rencana pembangunan rumah sakit regional tersebut.
"Ini jelas mengangkangi undang-undang terkait transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik," tegasnya.
Karena itu ia menyampaikan bahwa persetujuan DPRA terhadap penerimaan utang/pinjaman luar negeri Jerman, melalui Bank KFW selama 15 tahun untuk pembangunan rumah sakit regional sebesar Rp 1,3 triliun lebih sungguh tidak rasional.
"Persetujuan dewan itu sama sekali tidak mencerminkan sebagai sebuah keputusan dan sikap yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh, apalagi dilakukan secara tertutup tanpa melalui mekanisme konsultasi publik," ujarnya.
Dia berpendapat, pembangunan rumah sakit regional memang perlu namun yang menjadi perhatian besar adalah mengapa harus melalui dana utang. Padahal katanya, kalau mau dibangun secara bertahap melalui APBA, APBN serta dana Otonomi Khusus (Otsus) maupun pendanaan lainnya yang bukan utang masih bisa dilakukan.
Dia menyarankan, dari pada harus berutang ke luar negeri, sebaiknya Pemerintah Aceh perlu meninjau kembali pemberian dana aspirasi kepada anggota DPRA.
"Mulai tahun depan dana aspirasi dewan itu di arahkan saja kepada pembangunan rumah sakit regional secara bertahap," sarannya.
l ht anwar ibr riwat
MedanBiSMS - Banda Aceh
Sekretaris Presidium/DPA Forum LSM Aceh TM Zulfikar menyesalkan sikap dan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang menyetujui utang/pinjaman dana luar negeri dari Jerman melalui Bank KFW Aceh sebesar Rp 1,3 triliun. Dana tersebut rencananya untuk membangunan rumah sakit regional di Aceh.
"Saya selaku Sekretaris Presidium/ Dewan Perwakilan Anggota Forum Lembaga Swadaya Masyarakat Aceh menyampaikan sangat keberatan dengan sikap DPRA tersebut," tegas Zulfikar, Selasa (25/10).
Hal tersebut ditegaskan Zulfikar menyikapi hasil sidang Paripurna DPRA
yang berlangsung pada hari Senin (24/ 10), tentang persetujuan DPRA terkait utang/pinj aman dana luar negeri Jerman melalui Bank KFW Aceh.
Menurut Zulfikar, pihak Forum LSM Aceh sangat menyesalkan sikap Pemerintah Aceh dan DPRA yang menutup rapat-rapat seluruh informasi terkait
rencana pembangunan rumah sakit regional tersebut.
"Ini jelas mengangkangi undang-undang terkait transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik," tegasnya.
Karena itu ia menyampaikan bahwa persetujuan DPRA terhadap penerimaan utang/pinjaman luar negeri Jerman, melalui Bank KFW selama 15 tahun untuk pembangunan rumah sakit regional sebesar Rp 1,3 triliun lebih sungguh tidak rasional.
"Persetujuan dewan itu sama sekali tidak mencerminkan sebagai sebuah keputusan dan sikap yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh, apalagi dilakukan secara tertutup tanpa melalui mekanisme konsultasi publik," ujarnya.
Dia berpendapat, pembangunan rumah sakit regional memang perlu namun yang menjadi perhatian besar adalah mengapa harus melalui dana utang. Padahal katanya, kalau mau dibangun secara bertahap melalui APBA, APBN serta dana Otonomi Khusus (Otsus) maupun pendanaan lainnya yang bukan utang masih bisa dilakukan.
Dia menyarankan, dari pada harus berutang ke luar negeri, sebaiknya Pemerintah Aceh perlu meninjau kembali pemberian dana aspirasi kepada anggota DPRA.
"Mulai tahun depan dana aspirasi dewan itu di arahkan saja kepada pembangunan rumah sakit regional secara bertahap," sarannya.
Berkat Medsos, Penjual Teh Jadi Model
ISLAMABAD - Tidak ada yang tahu nasib seseorang. Itu pula yang terjadi pada Arshad Khan. Siapa sangka penjual teh di Pakistan ini kini menjadi seorang model terkenal.
Adalah media sosial yang mengantar pemuda berusia 18 tahun itu pada pekerjaan yang mungkin belum pernah terbayang dalam benaknya. Dia dikontrak menj adi model oleh sebuah laman belanja setelah foto-fotonya menyebar di internet.
Dalam foto tersebut, Khan tampak sedang menuangkan teh. Matanya yang besar danberwarna hijau menatap ke depan. Kumis-nya menghiasai wajah penjual teh yang dalam bahasa setempat disebut chai wala tersebut.
Ribuan pengguna Twitter yang jatuh cinta pada Khan berbagi foto itu dan #ChaiWala menj adi trending di media sosial.
Beberapa hari setelah fotonya menyebar di internet, nasib Arshad Khan sontak berubah. Sebuah
situs belanja, Fitin.pk, yang berkantor di ibu kota Pakistan, Islamabad, buru-buru menggaet Khan untuk menjadi foto modelnya. Situs belanja itu menggunakan foto-foto Khan untukmem-promosikan pakaian pria.
Dalam laman resmi dan akun Facebook perusahaan tersebut dimuat poster yang berbunyi, "Chai wala bukan lagi chai wala, sekarang diaadalah fashion wala!"
Foto Arshad Khan di Pasar Minggu Islamabad diabadikan oleh juru foto Javeria Ali. Tenar
Ali juga yang mengunggah foto tersebut pada 14 Oktober. Bersama foto itu ditulis kata-kata sederhana, "Teh-panas" dengan dibubuhi gambar kedipan mata.
"Saya sangat terkejut ketika foto ini terkenal, bagi saya itu hanyalah postingan normal dan biasa," kata Ali yang merupakan fotografer untuk pernikahan dan acara-acara lain ini.
Dia mengaku sangat senang
dengan apa yang terjadi pada Arshad Khan sekarang.
"Saya sangat senang untuknya, dia pantas mendapatkan ini. Dia benar-benar orang yang baik. Saya hanya berharap ia dapat mengatasi ketenarannya dan tidak dieksploitasi oleh orang-orang tamak."
Dalam wawancara dengan stasiun televisi setempat, Khan mengatakan keluarganya tinggal di Islamabad selama 25 tahun terakhir. Dia baru bekerja di warung teh beberapa bulan lalu. Dia mengaku belum pernah menggunakan Instagram atau Twitter sebelumnya.
Ketika ditanya oleh salah satu media di Pakistan, Express Tribune, apakah Khan sadar akan ketenarannya, dia menjawab dengan rendah hati. "Ya, saya sadar akan ketenaran baru saya dan saya benar-benar bahagia. Teman-teman saya memperlihatkan foto-foto sejak pagi tadi." (bbc-mn-66)
ISLAMABAD - Tidak ada yang tahu nasib seseorang. Itu pula yang terjadi pada Arshad Khan. Siapa sangka penjual teh di Pakistan ini kini menjadi seorang model terkenal.
Adalah media sosial yang mengantar pemuda berusia 18 tahun itu pada pekerjaan yang mungkin belum pernah terbayang dalam benaknya. Dia dikontrak menj adi model oleh sebuah laman belanja setelah foto-fotonya menyebar di internet.
Dalam foto tersebut, Khan tampak sedang menuangkan teh. Matanya yang besar danberwarna hijau menatap ke depan. Kumis-nya menghiasai wajah penjual teh yang dalam bahasa setempat disebut chai wala tersebut.
Ribuan pengguna Twitter yang jatuh cinta pada Khan berbagi foto itu dan #ChaiWala menj adi trending di media sosial.
Beberapa hari setelah fotonya menyebar di internet, nasib Arshad Khan sontak berubah. Sebuah
situs belanja, Fitin.pk, yang berkantor di ibu kota Pakistan, Islamabad, buru-buru menggaet Khan untuk menjadi foto modelnya. Situs belanja itu menggunakan foto-foto Khan untukmem-promosikan pakaian pria.
Dalam laman resmi dan akun Facebook perusahaan tersebut dimuat poster yang berbunyi, "Chai wala bukan lagi chai wala, sekarang diaadalah fashion wala!"
Foto Arshad Khan di Pasar Minggu Islamabad diabadikan oleh juru foto Javeria Ali. Tenar
Ali juga yang mengunggah foto tersebut pada 14 Oktober. Bersama foto itu ditulis kata-kata sederhana, "Teh-panas" dengan dibubuhi gambar kedipan mata.
"Saya sangat terkejut ketika foto ini terkenal, bagi saya itu hanyalah postingan normal dan biasa," kata Ali yang merupakan fotografer untuk pernikahan dan acara-acara lain ini.
Dia mengaku sangat senang
dengan apa yang terjadi pada Arshad Khan sekarang.
"Saya sangat senang untuknya, dia pantas mendapatkan ini. Dia benar-benar orang yang baik. Saya hanya berharap ia dapat mengatasi ketenarannya dan tidak dieksploitasi oleh orang-orang tamak."
Dalam wawancara dengan stasiun televisi setempat, Khan mengatakan keluarganya tinggal di Islamabad selama 25 tahun terakhir. Dia baru bekerja di warung teh beberapa bulan lalu. Dia mengaku belum pernah menggunakan Instagram atau Twitter sebelumnya.
Ketika ditanya oleh salah satu media di Pakistan, Express Tribune, apakah Khan sadar akan ketenarannya, dia menjawab dengan rendah hati. "Ya, saya sadar akan ketenaran baru saya dan saya benar-benar bahagia. Teman-teman saya memperlihatkan foto-foto sejak pagi tadi." (bbc-mn-66)
PBB dan Krisis Suriah
HARI ini, 24 Oktober 2016 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merayakan ulang tahun yang ke-71. Lembaga dunia yang dibentuk berdasarkan Perjanjian San Fransisco 26 Juni 1945 tersebut mulai berlaku efektif 24 Oktober 1945. Dalam Pembukaan Piagam PBB dinyatakan tujuan PBB adalah menghindarkan generasi yang akan datang dari bencana perang, meningkatkan perlindungan hak asasi manusia (HAM), menciptakan keadilan internasional dan meningkatkan kesejahteraan dunia.
Adalah suatu prestasi yang menggembirakan bahwa PBB dapat menghindarkan terjadinya Perang Dunia Ketiga, meski kurun waktu 1945 -1993 dunia diselimuti ketegangan akibat perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. PBB juga dapat meningkatkan perlindungan HAM melalui berbagai instrumen hukum dan lembaga HAM yang diciptakan serta dapat memperbaiki kondisi ekonomi dunia pascaresesi global akibat Perang Dunia II. Namun di balik keberhasilan PBB, ada berbagai fakta yang menunjukkan kegagalan PBB dalam merealisasikan tujuan. Kegagalan
Krisis Suriah merupakan salah satu contoh kegagalan PBB. Krisis yang terjadi akibat pecahnya konflik bersenjata di Suriah dan telah berlangsung lima tahun namun belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Data lembaga pemantau HAM Suriah sebagaimana dikutip berbagai media menyebutkan, konflik bersenjata Suriah telah menewaskan sebanyak 270.000 orang, 13,5 juta penduduk Suriah terpaksa meninggalkan kampung halaman. Termasuk 4,7 juta warga Suriah mengungsi di negara-negara lain serta mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur dan suprastruktur yang besar. Konflik bersenjata Suriah telah menyebabkan terjadinya tragedi kemanusiaan sangat parah yang berlawanan dengan tujuan-tujuan PBB sebagaimana disebutkan di atas.
PBB memang telah memberi perhatian pada upaya menyelesaikan konflik bersenjata di
Suriah. Misalnya, pada April 2012, Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengeluarkan Resolusi No 2043 tentang pembentukan Misi Supervisi PBB untuk Suriah (UNSMIS), guna memonitor penghentian kekerasan bersenjata dan mendukung enam poin rencana perdamaian Kofi Annant di Suriah. Namun upaya ini gagal sehingga sejak 16 Agustus tahun 2012 PBB tidak lagi memperpanjang mandat UNSMIS.
Usaha DK PBB untuk menghasilkan tindakan yang lebih efektif guna mengakhiri konflik di Suriah menemui hambatan karena perbedaan kepentingan lima anggota tetap Dewan Keamanan pemegang hak veto. Tiga draft resolusi tentang Suriah yang telah disusun DK PBB ditentang Rusia dan China, sehingga gagal men-jadi resolusi yang mengikat. Rusia dan China yang dikenal sebagai pendukung rezim Presiden
Bashar al-Assad menolak segala resolusi DK PBB yang dapat memberi peluang intervensi militer negara lain ke Suriah.
Mengingat tujuan-tujuan PBB seperti tersebut di atas, PBB memiliki tanggungjawab dan harus pro-aktif mencari upaya penyelesaian damai konflik bersenjata di Suriah. DK PBB adalah badan yang paling tepat menangani konflik bersenjata di Suriah sesuai dengan fungsinya sebagai pemelihara perdamaian dan keamanan internasional. Namun DK PBB tidak dapat menjalankan fungsinya dalam mengatasi konflik bersenjata di Suriah karena keterlibatan dua anggota tetapnya, maka Majelis Umum PBB menjadi harapan penyelesaian konflik bersenjata di Suriah. Piagam PBB
Berdasar Piagam PBB, Majelis Umum PBB dapat menangani masalah-masalah yang tercakup dalam pengaturan piagam dan membuat rekomendasi penanganan masalah tersebut sepanjang masalah tersebut tidak sedang ditangani Dewan Keamanan PBB. Kewenangan Majelis Umum ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah kebuntuan dalam pengambilan putusan di DK PBB karena adanya veto dari anggota tetap DK.
Berkaitan dengan kewenangannya ini, Majelis Umum PBB pernah mengeluarkan the Uniting for Peace Resolution (Resolusi No 377A tahun 1950) yang efektif untuk menangani konflik Korea Utara dan Korea Selatan tahun 1950-an. Di mana konflik tersebut gagal ditangani Dewan Keamanan karena veto (boikot) Uni Soviet. Praktik seperti tersebut perlu dicoba untuk diterapkan dalam penanganan krisis Suriah saat ini. Bagaimanapun juga, PBB tidak boleh membiarkan tragedi kemanusiaan akibat krisis Suriah terus berlanjut, dan hak rakyat Suriah untuk menikmati situasi damai dan perlindungan HAM terabaikan. □ - k
*) Triyana Yohanes SHMHum,
Dosen Hukum Internasional F Hukum
Universitas Atma Jaya Jogyakarta dan
kandidat doktor Hukum UNS Surakarta.
HARI ini, 24 Oktober 2016 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merayakan ulang tahun yang ke-71. Lembaga dunia yang dibentuk berdasarkan Perjanjian San Fransisco 26 Juni 1945 tersebut mulai berlaku efektif 24 Oktober 1945. Dalam Pembukaan Piagam PBB dinyatakan tujuan PBB adalah menghindarkan generasi yang akan datang dari bencana perang, meningkatkan perlindungan hak asasi manusia (HAM), menciptakan keadilan internasional dan meningkatkan kesejahteraan dunia.
Adalah suatu prestasi yang menggembirakan bahwa PBB dapat menghindarkan terjadinya Perang Dunia Ketiga, meski kurun waktu 1945 -1993 dunia diselimuti ketegangan akibat perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. PBB juga dapat meningkatkan perlindungan HAM melalui berbagai instrumen hukum dan lembaga HAM yang diciptakan serta dapat memperbaiki kondisi ekonomi dunia pascaresesi global akibat Perang Dunia II. Namun di balik keberhasilan PBB, ada berbagai fakta yang menunjukkan kegagalan PBB dalam merealisasikan tujuan. Kegagalan
Krisis Suriah merupakan salah satu contoh kegagalan PBB. Krisis yang terjadi akibat pecahnya konflik bersenjata di Suriah dan telah berlangsung lima tahun namun belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Data lembaga pemantau HAM Suriah sebagaimana dikutip berbagai media menyebutkan, konflik bersenjata Suriah telah menewaskan sebanyak 270.000 orang, 13,5 juta penduduk Suriah terpaksa meninggalkan kampung halaman. Termasuk 4,7 juta warga Suriah mengungsi di negara-negara lain serta mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur dan suprastruktur yang besar. Konflik bersenjata Suriah telah menyebabkan terjadinya tragedi kemanusiaan sangat parah yang berlawanan dengan tujuan-tujuan PBB sebagaimana disebutkan di atas.
PBB memang telah memberi perhatian pada upaya menyelesaikan konflik bersenjata di
Suriah. Misalnya, pada April 2012, Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengeluarkan Resolusi No 2043 tentang pembentukan Misi Supervisi PBB untuk Suriah (UNSMIS), guna memonitor penghentian kekerasan bersenjata dan mendukung enam poin rencana perdamaian Kofi Annant di Suriah. Namun upaya ini gagal sehingga sejak 16 Agustus tahun 2012 PBB tidak lagi memperpanjang mandat UNSMIS.
Usaha DK PBB untuk menghasilkan tindakan yang lebih efektif guna mengakhiri konflik di Suriah menemui hambatan karena perbedaan kepentingan lima anggota tetap Dewan Keamanan pemegang hak veto. Tiga draft resolusi tentang Suriah yang telah disusun DK PBB ditentang Rusia dan China, sehingga gagal men-jadi resolusi yang mengikat. Rusia dan China yang dikenal sebagai pendukung rezim Presiden
Bashar al-Assad menolak segala resolusi DK PBB yang dapat memberi peluang intervensi militer negara lain ke Suriah.
Mengingat tujuan-tujuan PBB seperti tersebut di atas, PBB memiliki tanggungjawab dan harus pro-aktif mencari upaya penyelesaian damai konflik bersenjata di Suriah. DK PBB adalah badan yang paling tepat menangani konflik bersenjata di Suriah sesuai dengan fungsinya sebagai pemelihara perdamaian dan keamanan internasional. Namun DK PBB tidak dapat menjalankan fungsinya dalam mengatasi konflik bersenjata di Suriah karena keterlibatan dua anggota tetapnya, maka Majelis Umum PBB menjadi harapan penyelesaian konflik bersenjata di Suriah. Piagam PBB
Berdasar Piagam PBB, Majelis Umum PBB dapat menangani masalah-masalah yang tercakup dalam pengaturan piagam dan membuat rekomendasi penanganan masalah tersebut sepanjang masalah tersebut tidak sedang ditangani Dewan Keamanan PBB. Kewenangan Majelis Umum ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah kebuntuan dalam pengambilan putusan di DK PBB karena adanya veto dari anggota tetap DK.
Berkaitan dengan kewenangannya ini, Majelis Umum PBB pernah mengeluarkan the Uniting for Peace Resolution (Resolusi No 377A tahun 1950) yang efektif untuk menangani konflik Korea Utara dan Korea Selatan tahun 1950-an. Di mana konflik tersebut gagal ditangani Dewan Keamanan karena veto (boikot) Uni Soviet. Praktik seperti tersebut perlu dicoba untuk diterapkan dalam penanganan krisis Suriah saat ini. Bagaimanapun juga, PBB tidak boleh membiarkan tragedi kemanusiaan akibat krisis Suriah terus berlanjut, dan hak rakyat Suriah untuk menikmati situasi damai dan perlindungan HAM terabaikan. □ - k
*) Triyana Yohanes SHMHum,
Dosen Hukum Internasional F Hukum
Universitas Atma Jaya Jogyakarta dan
kandidat doktor Hukum UNS Surakarta.
Monday, 24 October 2016
Ajarkan untuk Bersyukur dan Kasihi Sesama
RATUSAN wisatawan dan warga setempat kumpul bareng sembari menikmati nasi bancakan di Kampung Wisata Taman Sari Kota Yogyakarta, Minggu (23/10) siang. Mereka mengaku sangat terkesan dengan citarasa hidangan khas tersebut. Dalam waktu singkat, 500 pincuk nasi pun terbagi.
Selain nasi, menu tersebut dilengkapi telur rebus, bumbu urap atau gudangan, iris-an kecil wortel, kacang panjang dan sejumlah sayuran. Makan bareng nasi bancakan kemarin adalah bagian dari Festival Taman Sari (FTS)#8. Kecuali makan bareng, beragam potensi warga turut disuguhkan. Mulai dari seni budaya, kuliner, edukasi dan lain-lain. Semua dapat dinikmati pengunjung, termasuk karnaval, mewarnai motif batik, pameran fotografi, senam sehat, panggung pertunjukan
yang menampilkan musik, tari kreasi, tari klasik dan teater.
Ketua Panitia FTS #8, Umar Anhar menjelaskan, kegiatan rutin sejak tahun 2009 itu dimaksudkan untuk memperkuat predikat Taman Sari sebagai kampung wisata. Tema yang diusung selalu berganti untuk menunjukkan dinamika kampung wisata ini.
"FTS ke-8 mengusung tema 'bancakan'. Tradisi di masyarakat Jawa ini memiliki nilai luhur yang mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur dan ikhlas berbagi kasih kepada sesama. Tersedia 500 nasi pincuk gratis untuk pengunjung," ujar Umar Anhar.
FTS#8 berlangsung selama 2 hari, yakni Minggu (23/10) pagi hingga malam dengan sejumlah kegiatan di pelataran barat taman air. Kemudian, Minggu (30/10) men-
datang di Plaza Ngasem. Tahun mendatang, pelaksanaan FTS akan menggunakan hampir seluruh sudut kampung Taman Sari. Dengan demikian, ketika menyusuri kampung para wisatawan mudah menemui potensi yang disajikan.
Untuk acara di Plaza Ngasem minggu depan akan dimeriahkan bazar. Malam harinya panggung seni budaya. Hal yang menarik adalah nonton Wayang Kancil sambil ngeteh Patehan. "Pengunjung diajak menikmati minuman teh selama persedi-
aan masih ada," tambah Ibnu, Pelaksana FTS #8 2016.
Muhammad Noor (22), salah satu wisatawan mengaku tertarik acara makan bareng di Taman Sari itu. Apalagi, tradisi 'bancakan' kini mulai sulit ditemui. (Aya)-m
RATUSAN wisatawan dan warga setempat kumpul bareng sembari menikmati nasi bancakan di Kampung Wisata Taman Sari Kota Yogyakarta, Minggu (23/10) siang. Mereka mengaku sangat terkesan dengan citarasa hidangan khas tersebut. Dalam waktu singkat, 500 pincuk nasi pun terbagi.
Selain nasi, menu tersebut dilengkapi telur rebus, bumbu urap atau gudangan, iris-an kecil wortel, kacang panjang dan sejumlah sayuran. Makan bareng nasi bancakan kemarin adalah bagian dari Festival Taman Sari (FTS)#8. Kecuali makan bareng, beragam potensi warga turut disuguhkan. Mulai dari seni budaya, kuliner, edukasi dan lain-lain. Semua dapat dinikmati pengunjung, termasuk karnaval, mewarnai motif batik, pameran fotografi, senam sehat, panggung pertunjukan
yang menampilkan musik, tari kreasi, tari klasik dan teater.
Ketua Panitia FTS #8, Umar Anhar menjelaskan, kegiatan rutin sejak tahun 2009 itu dimaksudkan untuk memperkuat predikat Taman Sari sebagai kampung wisata. Tema yang diusung selalu berganti untuk menunjukkan dinamika kampung wisata ini.
"FTS ke-8 mengusung tema 'bancakan'. Tradisi di masyarakat Jawa ini memiliki nilai luhur yang mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur dan ikhlas berbagi kasih kepada sesama. Tersedia 500 nasi pincuk gratis untuk pengunjung," ujar Umar Anhar.
FTS#8 berlangsung selama 2 hari, yakni Minggu (23/10) pagi hingga malam dengan sejumlah kegiatan di pelataran barat taman air. Kemudian, Minggu (30/10) men-
datang di Plaza Ngasem. Tahun mendatang, pelaksanaan FTS akan menggunakan hampir seluruh sudut kampung Taman Sari. Dengan demikian, ketika menyusuri kampung para wisatawan mudah menemui potensi yang disajikan.
Untuk acara di Plaza Ngasem minggu depan akan dimeriahkan bazar. Malam harinya panggung seni budaya. Hal yang menarik adalah nonton Wayang Kancil sambil ngeteh Patehan. "Pengunjung diajak menikmati minuman teh selama persedi-
aan masih ada," tambah Ibnu, Pelaksana FTS #8 2016.
Muhammad Noor (22), salah satu wisatawan mengaku tertarik acara makan bareng di Taman Sari itu. Apalagi, tradisi 'bancakan' kini mulai sulit ditemui. (Aya)-m
Membangun Rasionalitas Masyarakat
IKATAN Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) harus berkiprah melalui pemikiran dan aksi. Jika hanya lewat pemikiran atau wacana tanpa dibarengi aksi, perubahan di tengah masyarakat tidak akan terjadi.
Kalimat-kalimat itu kita kutip dari pernyataan Ketua Umum ICMI Pusat Prof Dr Jimly Ashshiddiqy pada pelantikan Majelis Pengurus Wilayah ICMI DIY periode 2016-2021, Kamis 20 Oktober lalu. Prof Jimly mengingatkan, ICMI wajib menggelorakan Iptek dan Imtaq yang berbasis rasionalitas. Menurutnya, rasionalitas masyarakat harus dibangun agar tidak sampai kemasukan aliran-aliran yang tidak jelas. Pasalnya, tidak hanya kalangan bawah saja yang terseret, tetapi juga kalangan cendekiawan yang bergelar resmi pun ikut terseret. Mudah-mudahan kehadiran ICMI dapat membantu kesadaran masyarakat akan rasionalitas, katanya.
Mencermati pernyataan tersebut, kita segera tahu ke arah mana pernyataan Prof Jimly itu tertuju. Tidak bisa tidak. Pernyataan itu terarah pada berbagai peristiwa irasionalitas yang terjadi di banyak tempat. Bukan hanya di padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo Jawa Timur, tetapi juga di Cilacap Jawa Tengah dengan modus sama, penggandaan uang.
Masyarakat kita sedang sakit, kata seorang ilmuwan mengomentari peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal itu. Bagaimana mungkin banyak orang dapat 'dibodohi' sehingga kemudian terjebak dalam tindak irasionalitas. Menyetor uang dalamjumlah banyak sebagai mahar dengan iming-iming uangnya akan menjadi berlipat ganda secara instan.
Benar, membangun masyarakat (Islam) yang berkesadaran akan rasionalitas merupakan salah satu tugas ICMI. Di wilayah DIY, pembangunan masyarakat yang rasional itu kiranya dapat dilakukan melalui kampus-kampus. Keberadaan puluhan kampus perguruan tinggi yang potensial dapat menjadi basis ICMI untuk mengembangkan dan membangun pemikiran yang rasional berdasar Iptek dan Imtaq berbasis keislaman.
ICMI yang pada tanggal 7 Desember 2016 mendatang genap berusia 26 tahun merupakan representasi kebangkitan umat Islam terdidik Indonesia. Umat yang mayoritas ini tidak lagi dipandang sebagai minoritas dalam peran sosial, politik, perekonomian, kebudayaan dan Ipteknya. Eksistensinya telah mampu mempengaruhi hampir semua sektor kebijakan pemerintah Orde Baru dan pemerintahan berikutnya.
Ya, membangun masyarakat bangsa yang rasional dalam pemikiran maupun dalam tindakan merupakan salah satu tugas besar yang menantang ICMI di masa kini. Pembangunan rasionalitas itu secara konkret dapat dilakukan melalui generasi muda Islam yang tengah menimba ilmu di kampus-kampus perguruan tinggi, pondok-pondok pesantren modern, organisasi kemahasiswaan dan ormas-ormas Islam.
Kiranya ICMI DIY akan secara responsif aktif merealisasikan ajakan dan tuntutan merasionalisasikan pemikiran dan tindakan masyarakat. Agar menjadi konkret, segenap kekuatan ICMI di DIY kiranya perlu mendiskusikan langkah-langkah aktif apa saja yang secara representatif mampu merealisasikan pembangunan masyarakat yang rasional. □ - k
IKATAN Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) harus berkiprah melalui pemikiran dan aksi. Jika hanya lewat pemikiran atau wacana tanpa dibarengi aksi, perubahan di tengah masyarakat tidak akan terjadi.
Kalimat-kalimat itu kita kutip dari pernyataan Ketua Umum ICMI Pusat Prof Dr Jimly Ashshiddiqy pada pelantikan Majelis Pengurus Wilayah ICMI DIY periode 2016-2021, Kamis 20 Oktober lalu. Prof Jimly mengingatkan, ICMI wajib menggelorakan Iptek dan Imtaq yang berbasis rasionalitas. Menurutnya, rasionalitas masyarakat harus dibangun agar tidak sampai kemasukan aliran-aliran yang tidak jelas. Pasalnya, tidak hanya kalangan bawah saja yang terseret, tetapi juga kalangan cendekiawan yang bergelar resmi pun ikut terseret. Mudah-mudahan kehadiran ICMI dapat membantu kesadaran masyarakat akan rasionalitas, katanya.
Mencermati pernyataan tersebut, kita segera tahu ke arah mana pernyataan Prof Jimly itu tertuju. Tidak bisa tidak. Pernyataan itu terarah pada berbagai peristiwa irasionalitas yang terjadi di banyak tempat. Bukan hanya di padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo Jawa Timur, tetapi juga di Cilacap Jawa Tengah dengan modus sama, penggandaan uang.
Masyarakat kita sedang sakit, kata seorang ilmuwan mengomentari peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal itu. Bagaimana mungkin banyak orang dapat 'dibodohi' sehingga kemudian terjebak dalam tindak irasionalitas. Menyetor uang dalamjumlah banyak sebagai mahar dengan iming-iming uangnya akan menjadi berlipat ganda secara instan.
Benar, membangun masyarakat (Islam) yang berkesadaran akan rasionalitas merupakan salah satu tugas ICMI. Di wilayah DIY, pembangunan masyarakat yang rasional itu kiranya dapat dilakukan melalui kampus-kampus. Keberadaan puluhan kampus perguruan tinggi yang potensial dapat menjadi basis ICMI untuk mengembangkan dan membangun pemikiran yang rasional berdasar Iptek dan Imtaq berbasis keislaman.
ICMI yang pada tanggal 7 Desember 2016 mendatang genap berusia 26 tahun merupakan representasi kebangkitan umat Islam terdidik Indonesia. Umat yang mayoritas ini tidak lagi dipandang sebagai minoritas dalam peran sosial, politik, perekonomian, kebudayaan dan Ipteknya. Eksistensinya telah mampu mempengaruhi hampir semua sektor kebijakan pemerintah Orde Baru dan pemerintahan berikutnya.
Ya, membangun masyarakat bangsa yang rasional dalam pemikiran maupun dalam tindakan merupakan salah satu tugas besar yang menantang ICMI di masa kini. Pembangunan rasionalitas itu secara konkret dapat dilakukan melalui generasi muda Islam yang tengah menimba ilmu di kampus-kampus perguruan tinggi, pondok-pondok pesantren modern, organisasi kemahasiswaan dan ormas-ormas Islam.
Kiranya ICMI DIY akan secara responsif aktif merealisasikan ajakan dan tuntutan merasionalisasikan pemikiran dan tindakan masyarakat. Agar menjadi konkret, segenap kekuatan ICMI di DIY kiranya perlu mendiskusikan langkah-langkah aktif apa saja yang secara representatif mampu merealisasikan pembangunan masyarakat yang rasional. □ - k
Subscribe to:
Posts (Atom)